Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA) di Jeddah berjarak sekitar 85 km dari Masjidil Haram. Ada beberapa cara untuk sampai ke Makkah. Pilihan terbaik tergantung jumlah rombongan, bawaan, dan jam kedatangan Anda.
1. Kereta cepat Haramain
Stasiun Haramain berada di area Bandara King Abdulaziz, sehingga Anda bisa langsung naik kereta setelah keluar dari terminal. Waktu tempuh ke Stasiun Makkah sekitar 30 menit.
- Kelebihan: cepat, nyaman, dan bebas macet.
- Perhatikan: Stasiun Makkah tidak berada tepat di depan Masjidil Haram, jadi Anda masih perlu taksi atau bus ke hotel. Bagasi besar juga lebih repot dibawa.
- Tiket: beli lewat situs atau aplikasi resmi Haramain. Jadwal dan harga bisa berubah, jadi cek sebelum berangkat.
2. Taksi resmi bandara
Taksi tersedia di area kedatangan. Perjalanan ke Makkah dengan mobil umumnya 60–90 menit, tergantung lalu lintas. Sepakati tarif sebelum berangkat atau pastikan argometer menyala.
3. Aplikasi ride-hailing
Aplikasi transportasi online beroperasi di Jeddah dan Makkah. Anda perlu kartu SIM lokal atau eSIM dengan paket data. Gunakan titik jemput resmi di area kedatangan.
4. Jemputan hotel atau travel
Ini pilihan paling praktis untuk keluarga dan rombongan dengan banyak koper. Untuk musim 1448 H, aturan visa umrah juga mensyaratkan transportasi darat yang sudah dipesan dan terhubung di Nusuk, jadi banyak jamaah memesan jemputan sejak awal.
Tips tiba di Jeddah
- Simpan alamat hotel dalam bahasa Arab dan Inggris di ponsel.
- Tukar sedikit uang riyal di Indonesia atau bandara untuk kebutuhan awal.
- Pastikan dokumen visa dan izin Nusuk mudah dibuka saat diperiksa.
- Jika tiba malam hari, pertimbangkan jemputan agar tidak menunggu lama.
Lebih suka mulai dari Madinah?
Banyak jamaah memilih masuk lewat Madinah dan pulang dari Jeddah. Baca cara dari Bandara Madinah ke Masjid Nabawi dan cek rute Jakarta–Jeddah untuk tiket miles Anda.



